Senin, 09 Mei 2011

4 Cara Efektif Hindari Sakit Jantung

Sakit jantung adalah pembunuh paling sadis. Setiap tahun, puluhan juta orang di dunia meninggal akibat penyakit ini dan ada jutaan orang yang divonis sebagai pengidap baru. Sayangnya, sebagian besar masyarakat belum tahu bahwa sakit jantung sebenarnya dapat dicegah melalui cara alami dan pengaturan pola makan.
Perubahan dalam diet dapat menekan risiko mengalami serangan jantung hingga 81 persen.

Para ahli dari Eropa yang tergabung dalam European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) beberapa tahun terakhir ini melakukan studi mengenai pola dan asupan nutrisi di 10 negara Eropa. Riset ini juga menyusun cara atau strategi dalam menekan risiko mengidap penyakit pembuluh darah dan jantung.

Menurut peneliti dan pakar diet penulis Your Healthy Weight Loss Plan, John Phillip, hasil berbagai riset menunjukkan bahwa penyakit jantung dapat terbentuk sejak awal hidup seseorang dan kemudian berkembang menjadi ancaman mematikan saat mereka beranjak dewasa. Kabar baiknya adalah risiko penyakit jantung dapat dikendalikan dan dihindari dengan membuat perubahan sederhana pada gaya hidup dan diet seseorang.

Riset EPIC yang dipublikasikan dalam jurnal Archives of Internal Medicine  menunjukkan bahwa perubahan dalam diet dapat menekan risiko mengalami serangan jantung hingga 81 persen. Melalui pengaturan diet yang tepat, risiko inflamasi dapat diturunkan dan tekanan darah menjadi terkendali.

Para ahli menekankan empat faktor penting yang dapat dilakukan seseorang untuk dapat menghindari risiko mengidap penyakit jantung:

1. Kurangi makanan mengandung karbohidrat olahan, gula, dan padi-padian.

Makanan olahan kini telah menjadi menu pokok setiap hari. Padahal, makanan ini mengandung karbohidrat sederhana yang mudah sekali diproses menjadi glukosa dan menyebabkan gula darah meningkat dalam waktu singkat. Inilah yang menjadi pemicu terjadinya resistensi insulin dan menyebabkan penebalan dalam lapisan endothelial  pembuluh koroner. Disarankan untuk secara bertahap mengurangi makanan dari jenis roti, pasta, nasi, makanan bergula, dan semua makanan yang berbahan gandum atau jagung.

2. Batasi minyak nabati Omega-6.

Minyak nabati atau vegetable oil relatif stabil pada suhu ruang dan biasa digunakan  dalam hampir seluruh proses pemanggangan dan pengolahan makanan untuk menambah aroma dan membuat lebih awet. Menurut para ahli, mengonsumsi minyak nabati secara berlebihan juga dapat memicu pelepasan zat kimia yang meningkatkan stres oksidatif dan memicu kerusakan pada sistem pembuluh darah. Sebaiknya hindari penggunaan minyak nabati untuk memasak dan batasilah menyantap makanan yang digoreng.

3. Jangan lupakan asam lemak Omega-3

Pola makan modern hampir tidak pernah memasukkan makanan sehat yang mengandung asam lemak Omega-3, yang sebenarnya pernah menjadi bagian dari diet manusia selama berabad-abad. Menurut para ahli, rasio yang ideal antara kandungan asam lemak Omega-6 dan Omega-3 dalam menu makanan 1:1.

Para ahli juga setuju bahwa kebanyakan orang di Eropa saat ini mengasup makanan dengan rasio 20:1. Alhasil, fenomena ini menimbulkan ketidakseimbangan dan memicu inflamasi yang bersifat sistemik. Saran dari para ahli, masukkan jenis-jenis ikan, seperti tuna, salmon, dan sarden, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk menyeimbangkan rasio asupan lemak Anda atau dengan cara mengonsumsi suplemen minyak ikan.

4. Hindari stres oksidatif

Akitivitas normal tubuh seperti bernapas, makan, dan bergerak dapat menghasilkan radikal bebas yang merusak struktur genetik dan menyebabkan kolesterol buruk (LDL) teroksidasi. Kita tidak dapat mencegah proses ini sepenuhnya. Akan tetapi, kita dapat meredamnya dengan cara mengonsumsi sayuran segar, buah-buahan dari jenis beri, dan suplemen tertentu untuk menekan dampak radikal bebas pada kesehatan jantung dan organ lainnya.

Terapi Enzim untuk Sehat dan Panjang Umur

Dalam bukunya, “The Miracle of Enzyme”, Dr. Hiromi Shinya menjelaskan tentang pentingnya enzim bagi kesehatan manusia. Penelitian Energi 5 Elemen memang memperlihatkan kebenaran mengenai enzim untuk kesehatan dan panjang umur.

Makanan Tidak Sehat Menghabiskan Enzim
Bila kita sering mengonsumsi makanan tidak sehat seperti goreng-gorengan, makanan yang dipanggang, atau makanan pabrik yang dibuat dengan temperatur tinggi, enzim ditubuh kita akan terkuras. Hal ini disebabkan organ di tubuh kita tidak mampu menghasilkan enzim yang diperlukan untuk metabolisme. Ludah yang seharusnya mengandung 5 jenis enzim, ternyata tidak mempunyai enzim lagi. Demikian pula dengan organ-organ lainnya seperti hati, lambung, usus, ginjal, pankreas. Semuanya kelelahan dan tidak mampu menghasilkan enzim lagi.
Dari pemeriksaan jumlah enzim, umumnya orang dewasa sudah kehabisan enzim, sehingga tidak mempunyai enzim lagi di dalam tubuhnya.
Selanjutnya, organ-organ tubuh ini akan mulai sakit.

Makanan Sehat Menstimulasi Pembentukan Enzim
Setelah menjalani terapi makanan sehat 5 elemen selama 2 minggu, organ tubuh dari orang yang menjalaninya akan mulai memproduksi enzim kembali. Dimulai dengan 5 enzim, kemudian akan meningkat menjadi 10, dan kemudian menjadi 15 enzim.
Organ tubuh yang mulai sehat akan mulai menghasilkan enzim, dimulai dengan  1 enzim, dan akhirnya meningkat menjadi 5 jenis enzim.
Idealnya, masing-masing organ bisa menghasilkan 5 jenis enzim. Kelenjar ludah bisa menghasilkan 5 jenis enzim, hati, ginjal, pankreas, lambung, usus, semuanya seharusnya mampu menghasilkan 5 jenis enzim.
Indeks Enzim: Mengukur Rahasia Sehat dan Panjang Umur
Dari analisis energi dengan menggunakan Indeks Enzim terhadap orang-orang sehat dan panjang umur yang saya kenal, seperti kakek berusia 87 tahun, nenek berusia 93 tahun, nenek berusia 98 tahun, ternyata mempunyai enzim sebanyak 25 jenis di dalam tubuhnya.
Hal ini tentu kontras sekali dengan orang berusia 30-an atau 40-an yang tidak mempunyai enzim di dalam tubuhnya.

Bayi Sehat dengan 100 Enzim
Bayi sehat yang masih minum ASI tanpa makanan tambahan lainnya ternyata mempunyai 100 jenis enzim. Hal ini tentu didukung oleh kondisi organ tubuhnya yang masih sehat, dan makanan ASI yang mengandung 100 jenis enzim.
Karena itu, sangat penting bagi para Ibu untuk memberi ASI selama mungkin pada bayinya. Tidak ada makanan lain yang mampu menggantikan ASI. Susu sapi segar hanya mengandung 3 jenis enzim. Susu yoghurt hanya mengandung 4 jenis enzim. Susu kaleng sudah tidak mempunyai enzim lagi.
Dari informasi ini, kita bisa menarik kesimpulan, bahwa enzim memang memegang peranan penting untuk kesehatan dan panjang umur.

Rabu, 04 Mei 2011

Kerokan

Mungkin diantara para pembaca pernah bertanya tanya dalam hati, mengapa kulit yang dikerok hanya dengan mata uang logam dan balsem, minyak, atau lotion bisa menjadi merah, dan kenapa tidak menjadi warna lain saja, misalnya biru (seperti warna bengkak yang kita dapatkan akibat tekanan atau hantaman dari luar, kan mengerok juga sama halnya dengan memberi tekanan pada kulit melalui mata uang logam). Mengapa hal itu bisa terjadi?



Metode pengobatan dengan kerokan ini sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu dan dipercaya dapat memberi kesembuhan. Kerokan adalah suatu pengobatan tradisional Jawa dengan cara menekan dan menggeserkan benda tumpul (biasanya uang logam, atau alat bantu khusus kerok yang terbuat dari plastik, tulang, keramik, batu giok, potongan jahe, potongan bawang, dan lain-lain. Alat-alat tersebut harus tumpul supaya tidak melukai kulit) pada tubuh secara berulang-ulang dengan cairan yang licin sampai terjadi bilur-bilur berwarna merah. Fungsi cairan yang licin ini untuk melicinkan proses kerokan sehingga menghindari terjadinya kulit lecet, selain itu, jika dipergunakan balsem atau minyak, dapat juga untuk menghangatkan. Pengobatan dengan kerokan ini ternyata tidak hanya dikenal di masyarakat Jawa, tetapi sudah menyebar ke daerah-daerah lain di Indonesia, bahkan sampai di luar negeri. Di Vietnam, pengobatan ini disebut Cao Gio, di Kamboja disebut Goh Kyol (rubbing the wind), di Cina disebut Gua Sha (Gua = menggosok/scraping, Sha = racun/toksin), namun kebanyakan pengobatan ini di Cina menggunakan batu Jade sehingga disebut Jade stone therapy, di Barat disebut coining atau coin rubbing.

Pengobatan dengan kerokan ini dipercaya bermanfaat untuk keadaan yang oleh masyarakat awam disebut masuk angin untuk menggambarkan keadaan berupa rasa tidak enak badan, yang ditandai dengan perut kembung, hidung berair, pegel linu, nyeri kepala, dan sebagainya. Ketika masuk angin, kita menjadi kedinginan atau suhu tubuh menurun yang mengakibatkan pembuluh darah di kulit mengalami penyempitan (konstriksi) sebagai kompensasinya.. Hal ini dilakukan tubuh agar seluruh tubuh tidak ikut kedinginan. Konstriksi atau penyempitan itu dapat mengakibatkan oksigenasi pada permukaan tubuh berkurang. Jika oksigenasi pada permukaan tubuh (terutama bagian belakang) turun atau berkurang, sekujur badan dapat terasa sakit. Selanjutnya, akan muncul gejala bersin pertanda terjadi penurunan temperatur tubuh.

Menurut Dr. Koosnadi Saputra, DSR, akupunturis klinik, upaya untuk meningkatkan panas di bagian belakang tubuh bisa berpedoman pada hukum Einstein (E = mC2). Energi atau panas dihasilkan dari gesekan dua benda. Kalau permukaan kulit tubuh digosok-gosok dengan tangan atau suatu benda tumpul secara cepat, suhu tubuh pun akan meningkat. Panas yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah dalam kulit. Otomatis peredaran darah menjadi lebih lancar dan oksigenasi lebih baik sehingga rasa sakit di tubuh berkurang. Maka dari itu, metode pengobatan kerokan dapat menjadi salah satu perwujudan hukum Einstein.

Kerokan tidak menyebabkan rasa sakit jika dilakukan dengan benar. Warna merah yang terjadi dapat dipakai sebagai pengukur berat ringannya masuk angin, makin merah warnanya makin berat derajat sakitnya.

Hasil survei pada 390 responden di kota Solo menunjukkan bahwa 87% dari responden yang berasal dari golongan bawah sampai atas yang memanfaatkan dan merasakan kegunaan pengobatan ini merasa ketagihan.. Di Amerika, pengobatan ini mengundang perdebatan dan oleh tenaga kesehatan Amerika dikatakan bahwa tindakan ini adalah abuse. Namun, penelitian yang dilakukan oleh dr. Didik Gunawan Tamtomo, seorang dosen fakultas kedokteran di Surabaya terhadap jaringan biopsi kulit sesudah kerokan menunjukkan bahwa tidak terdapat kerusakan kulit, yang ada hanyalah reaksi inflamasi/radang.

Inflamasi/radang adalah reaksi dari suatu jaringan hidup yang mempunyai vaskularisasi (manifestasi sistem pembuluh darah) terhadap trauma (injury) lokal dan merupakan suatu proses kompleks meliputi perubahan pembuluh darah, jaringan ikat, dan interaksi berbagai jenis sel. Inflamasi bertujuan untuk menetralisir agen penyebab trauma dan membersihkan jaringan mati, sehingga dapat dicapai penyembuhan dan perbaikan tubuh. Jadi, inflamasi merupakan salah satu komponen penyembuhan.

Inflamasi mempunyai tanda-tanda yang khas, yang diantaranya adalah warna merah (dalam kedokteran disebut rubor) yang terjadi karena jaringan yang meradang menjadi mengandung banyak darah akibat kapiler-kapilernya melebar dan kapiler-kapiler yang sebelumnya kosong/menyempit menjadi berisi darah juga, akibatnya sirkulasi darah meningkat dan memberikan warna kemerahan; dan timbul rasa panas (dalam kedokteran disebut calor) yang dapat meningkat 0,5-20C yang terjadi akibat sirkulasi darah yang meningkat. Jadi, telah jelaslah mengapa ketika dikerok warna kulit dapat berubah menjadi merah. Hal ini akibat salah satu tanda khas dari reaksi inflamasi yang ditimbulkan melalui kerokan.

Pada reaksi inflamasi, juga terjadi pengeluaran mediator inflamasi seperti IL-1, TNF, histamin, beta endorfin, dan sebagainya serta penurunan PGE2, bradikinin, dan C3.

IL-1 dan TNF berfungsi sebagai petanda bahwa telah terjadi reaksi fase akut, yaitu inflamasi lokal akibat kerokan yang ditandai dengan kemerahan dan panas, selain itu juga mengaktivasi sel-sel darah sehingga sirkulasi darah meningkat. Histamin penting di awal proses inflamasi. Penelitian mengenai manfaat kerokan yang dilakukan di bawah bimbingan tiga Guru Besar Fakultas Kedokteran di Surabaya menyimpulkan bahwa kerokan dapat menyebabkan kenaikan kadar beta-endorfin sehingga dapat mengurangi rasa nyeri otot (mialgia) dan mengakibatkan penderita merasa lebih enak dan segar, serta merangsang organ viscera, terutama paru-paru dan jantung sehingga penderita bisa bernapas lebih enak dan lega, peredaran darah juga menjadi lebih baik. Kadar PGE2 (Prostaglandin E2) dan bradikinin yang menurun menyebabkan mialgia berkurang karena kenyataannya, PGE2 merupakan biang kerok penyebab mialgia (nyeri otot). Jika PGE2 naik maka akan meningkatkan kepekaan nosiseptor yang disebut sentra sensitisasi, sehingga kita menjadi sensitif terhadap tekanan dan menimbulkan rasa nyeri. Jadi, jika kadar PGE2 bisa diturunkan, maka rasa nyeri tersebut juga akan berkurang. Tinggi rendahnya kadar PGE2 akan mempunyai korelasi dengan berat ringannya mialgia. Bradikinin dan C3 merupakan zat yang dapat meningkatkan permeabilitas vaskuler.


Bagaimana membuat pola kerokan yang baik?

Para ahli akupunktur berpendapat bahwa sebaiknya alat kerok melewati titik akupuntur agar saraf motorik dapat terangsang, sehingga dapat memperlancar sirkulasi darah.

Pola umum kerokan biasanya membentuk garis-garis lurus dari atas ke bawah dan miring di sisi kiri-kanan ruas-ruas tulang belakang ataupun pada leher bagian belakang. Pada tubuh kita terdapat sekitar 360 titik akupuntur utama yang berhubungan dengan organ penting. Begitu pun pada tubuh bagian belakang, terdapat titik-titik yang berhubungan dengan organ dalam tubuh (organ viscera).

Dengan pola kerokan yang benar, titik-titik akupuntur dapat dicapai dengan sempurna.
Kerokan jarang dilakukan pada tubuh bagian depan karena kurang berguna. Untuk mengusir masuk angin, yang efektif adalah mengerok daerah bagian belakang tubuh dan leher.

Tindakan kerokan searah yang diulang-ulang merupakan gerakan memperkuat. Sampai sejauh mana kekuatan tekanannya tidak ada batasan tertentu. Yang penting tak sampai melukai. Tiap orang memiliki kepekaan kulit dan daya tahan terhadap rasa sakit yang berbeda-beda. Karena itu, ada yang dikerok pelan saja sudah meringis kesakitan. Tapi tak jarang ada yang justru minta dikerok kuat-kuat sampai kulit berwarna merah padam. Padahal tak ada aturan hasil kerokan harus sampai merah padam.

Jadi, kerokan merupakan upaya mengusir masuk angin dengan cara meningkatkan panas (calor) akibat sirkulasi darah yang meningkat sehingga memberikan warna kemerahan (rubor), dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, kerokan sering dipahami sebagai cara untuk mengeluarkan angin dari tubuh lewat pori-pori kulit. Padahal, angin atau udara tidak pernah masuk atau keluar lewat pori-pori kulit. Angin hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernapasan dan pencernaan. Lalu, hal yang patut diingat dan dilakukan bila Anda sudah kerokan adalah tidak mandi karena setelah kerokan terdapat peningkatan panas yang menyebabkan pori-pori kulit dalam kondisi terbuka. Lebih baik, sekalah kulit dengan lap basah (yang dicelupkan pada air hangat lalu diperas). Jika langsung dengan air dingin, sel-sel tubuh yang masih panas akibat kerokan akan terkaget bersentuhan dengan air dingin dan dapat membuat sel-sel tubuh tidak stabil.

Selain itu, Anda juga harus ingat bahwa kerokan hanyalah sebuah langkah pencegahan. Anda tetap harus ke dokter untuk mengkonsultasikan kondisi tidak enak badan Anda bila sakit Anda tidak kunjung sembuh atau bertambah parah. Selama sakit, lakukanlah hal-hal yang dapat membantu kesembuhan Anda, seperti banyak minum air putih, mengkonsumsi makanan dan minuman hangat yang bergizi, serta istirahat dan tidur secukupnya.


Sumber :
Bagian Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 1973. Patologi. Jakarta: FKUI.
Didik G. T. Gambaran Histopatologi Kulit pada Pengobatan Tradisional Kerokan. Cermin Dunia Kedokteran. 2008; 160: 28-31.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Pengikut

PENGUNJUNG


free counters
 
SELAMAT DATANG DI BLOG SENAT MAHASISWA AKPER GRESIK WWW.SEMAAKPERGRESIK.BLOGSPOT.COM -- WE ARE READY TO GIVE THE BEST FOR GRESIK NURSING ACADEMY -- KRITIK DAN SARAN ATAS BLOG INI SANGAT KAMI BUTUHKAN -- TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGANNYA --- WWW.SEMAAKPERGRESIK.BLOGSPOT.COM